10 tips mengamankan Windows XP kita

Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Net Applications menunjukkan bahwa Windows XP masih merupakan sistem operasi yang terbanyak digunakan di dunia dengan prosentase di bulan November 2008 mencapai 66.31%.

Berdasarkan hasil survey tersebut menunjukkan bahwa Windows XP masih menjadi sistem operasi terfavorit di dunia. Dengan banyaknya pengguna Windows XP di dunia maka akan menjadi incaran para penjahat internet untuk memanfaatkan celah keamanan yang ada di Windows XP. Bagaimana caranya mengamankan Windows XP anda?

Dibawah ini 10 tips keamanan untuk pengguna Windows XP:

1. Matikan fitur-fitur yang membahayakan

Sistem Microsoft Windows hadir dengan sejumlah fitur yang aktif secara default yang sebenarnya hanya berpengaruh sedikit (atau tidak sama sekali) dan bahkan sejumlah fitur itu bisa membahayakan. Diantara fitur-fitur tersebut diantaranya fitur Autorun,akun Guest dan bahkan Automatic Updates — karena dengan membiarkan seseorang di markas Microsoft memutuskan kapan perubahan berlaku pada sistem kita tanpa dia mengetahui software apa saja yang ada didalam sistem kita maka itu adalah ide yang buruk. Microsoft Windows menyediakan banyak fitur yang aktif secara default namun secara perspektif keamanan justru dapat beresiko. Tiap fitur yang ada tersebut memiliki resiko tersendiri dan apabila memang kita tidak membutuhkan maka dinon-aktifkan saja.

2. Matikan service yang tidak perlu

Sama seperti halnya dengan tips nomer 1 maka kita pun dapat menon-aktifkan service yang kadang tidak kita butuhkan seperti halnya: IIS, Remote Registry, Simple File Sharing, SSDP Discovery Service dll.

3. Terapkan praktek aktivitas ber-email yang baik

Ancaman virus banyak datang dari luar seperti mendownload attachment e-mail yang ternyata berisi virus atau mengklik link yang ternyata mengarah kepada situs berbahaya. Maka dari itu lakukan aktivitas e-mail yang aman agar sistem kita pun menjadi aman.

4. Instal dan selalu update software pelindung malware

Memiliki software pelindung dari malware di Windows XP adalah kewajiban dan selalu mengupdate antivirus dan antispyware adalah keharusan karena perkembangan malware yang begitu cepat sehingga untuk menjamin keamanan komputer anda maka pastikan untuk selalu mengupdate software antivirus dan antispyware kita.

5. Update software lainnya juga selain Microsoft Windows

Yang membutuhkan update tidak hanya sistem Windows XP kita saja tapi begitu juga dengan software-software lainnya seperti Firefox, Adobe Reader. Jangan lupakan untuk selalu mengupdate software-software lain tersebut karena kelemahan pada suatu software karena tidak di-update akan dapat menjadi celah bagi para penjahat cyber.

6. Teliti dan tes dahulu sebelum menerapkan update

Jika kita memiliki satu komputer khusus yang bisa digunakan untuk 'uji-coba' maka siapkanlah komputer itu untuk menguji update terbaru dari software yang kita miliki, hal ini penting dilakukan karena update software terbaru dapat juga menyebabkan crash atau masalah keamanan pada komputer kita.

7. Cari alternatif dari program yang sudah ada secara default

Software default bawaan Windows XP seperti Internet Explorer kadang tidak memuaskan dan sering bermasalah. Untuk itu maka cobalah cari alternatif browser lain diluar sana. Google Chrome, Mozilla Firefox dan Opera dapat menjadi browser alternatif yang mungkin bisa menjadi browser utama bagi Windows XP kita. Begitupun dengan aplikasi seperti Yahoo Messenger, kita dapat menemukan aplikasi alternatif pengganti Yahoo Messenger yang mungkin lebih bagus seperti Pidgin yang sudah mendukung plugin enkripsi OTR.

8. Gunakan firewall desktop yang berkualitas

Selain aplikasi antivirus dan antispyware, aplikasi firewall desktop juga sangat penting dalam melindungi sistem Windows kita. Meskipun sudah ada aplikasi firewall desktop bawaan Windows namun kita tidak dapat berharap banyak darinya dan coba pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi firewall desktop dari luar.

9. Teliti dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan Windows XP

Apakah kita menggunakan Windows XP karena merasa Windows XP lebih aman atau lebih nyaman digunakan? Jika kita merasa membutuhkan sistem operasi yang aman untuk komputer kita dan kita anggap Windows XP dapat memenuhinya maka tidak ada masalah tapi kita pun bisa melirik beberapa sistem operasi lainnya seperti Linux, FreeBSD, MacOS X atau juga Windows Vista. Sesuaikan sistem operasi dengan kebutuhan kita.

10. Lindungi sistem kita sama halnya kita melindungi dengan sistem lainnya

Beberapa tips umum untuk melindungi sistem operasi seperti: gunakan password yang kuat, update software, matikan service yang tidak perlu, lakukan enkripsi data, lindungi dengan membackup data, jangan mempercayai jaringan luar, gunakan power supply yang tidak bermasalah dan selalu awasi jaringan dapat juga diterapkan pada Windows XP.

Sumber : http://www.erakomputer.com/content/tip/12/10-tips-mengamankan-windows-xp-kita

Read More..

Cara Install Web Server IIS di WIN XP

Jika kita hanya menginginkan webserver lokal kita yang berbasis Windows mampu menjalankan aplikasi yang ditulis dengan ASP, cukuplah kita menggunakan Microsoft Internet Information Server (IIS).

IIS berbeda dengan Apache karena apache tidak bisa menjalankan script ASP. Dalam proses installasi Web Server IIS di komputer lokal tidak sesulit yang kita bayangkan, hanya dalam beberapa tahap saja sudah bisa di gunakan.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya :

Sebelumnya pastikan CD XP udah ada

1. pilih start ->control panel -> add remove programs


2. pilih menu add/remove windows components maka akan muncul seperti di bawah ini


3. Centang IIS (Internet Information Service), lalu pilih details


4. Setelah keluar seperti gambar di atas, centang semua lalu OK, maka  akan kembali tampil          seperti di bawah lalu pilih next 


5. Maka proses instalasi akan berjalan.


6. Setelah proses selesai, untuk mengecek apakah IIS kita sudah aktif atau belum pilih start ->control panel -> administrative tools -> Internet Information Services

setelah proses selesai aktifkan IIS.

Read More..

Mengaktifkan Multi Login YM

Ni bagi temen2 yang suka pake YM untuk media chat n punya acount banyak. Sekarang kita bisa aktifin semua acount YM kita pada waktu yang bersamaan. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengaktifkan YM kita secara bersamaan. Mungkin ada yang yang menggunakan fasilitas dari meebo.com atau yang lainnya. Atau ada juga yang mengubah settingan registri. Namun sekarang ada cara yang lebih mudah lagi heheheehehhe.

Download ym8multi, ekstrak dan jalankan "ym8multi.reg" yang terkandung di dalam arsip. Setelah registri ditambal, sekarang anda dapat memulai dan menjalankan multi Yahoo! Messenger dengan login yang berbeda atau Yahoo! ID account.
Jika Anda ingin menghapus penginstalan patch / hack, download ym8multi_uninst, uninstaller yang berisi ym8multi_uninst.reg. Setelah klik dua kali pada uninstaller ini sebesar nilai registri file, maka akan mengedit nilai registry dan mengaturnya untuk menonaktifkan kemampuan untukYM8

Read More..

Jam Digital dengan Java

Kali ini saya akan membuat Jam Digital berbasis Java, Dimana Aplikasi ini layaknya Jam menampilkan Jam, menit dan detik. Diharapkan dengan ini, Java aplikasi yang anda buat lebih bervariasi dengan menambahkan jam.

Berikut tampilan dari Aplikasi ini :



Berikut ini code :


package coba;

import java.awt.Color;
import java.awt.Font;
import java.awt.FontMetrics;
import java.awt.Graphics;
import java.util.Date;
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JPanel;


class JamDigital extends JPanel {

JFrame frame;
int currentHour;
int currentMinute;
int currentSecond;
//menentukan jenis Font yang digunakan
Font myFont = new Font("Georgia", Font.BOLD, 30);
//membuat warna yang akan dipakai
Color myColor = new Color(0, 222, 0);
//Font metrics menyimpan informasi huruf, seperti panjang karakter
FontMetrics fm;

public JamDigital() {
//Create a window using JFrame with title ( Java Digital Clock )
frame = new JFrame("Java Digital Clock");

frame.add(this);

//Set default close operation for JFrame
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);

frame.setSize(300, 100);

//Make JFrame locate at center
frame.setLocationRelativeTo(null);

//Make JFrame visible
frame.setVisible(true);

while (true) {
//It will do all code in method paint(See line 71)
repaint();

try {
Thread.sleep(900);
} catch (Exception exception) {
exception.printStackTrace();
}
}
}

@Override
public void paint(Graphics g) {
super.paint(g);

Date myDate = new Date();

currentHour = myDate.getHours();
currentMinute = myDate.getMinutes();
currentSecond = myDate.getSeconds();

//Set font that will use to draw digital number
g.setFont(myFont);

//Information about distance between number in digital clock
fm = g.getFontMetrics();
int hourXCoordinate = 20;
int minuteXCoordinate = hourXCoordinate + (fm.getMaxAdvance() * 2);
int secondXCoordinate = hourXCoordinate + (fm.getMaxAdvance() * 4);

//Set color that will use to draw digital number
g.setColor(myColor);

//Draw hour, draw (:) between number, draw minute and draw second.
g.drawString(Integer.toString(currentHour), hourXCoordinate, 30);
g.drawString(":", (hourXCoordinate + minuteXCoordinate) / 2, 30);
g.drawString(Integer.toString(currentMinute), minuteXCoordinate, 30);
g.drawString(":", (secondXCoordinate + minuteXCoordinate) / 2, 30);
g.drawString(Integer.toString(currentSecond), secondXCoordinate, 30);
}

public static void main(String[] args) {
JamDigital sdc = new JamDigital();
}
}

Read More..

Kalkulator Ilmiah dengan Java

Kali ini saya akan membuat Kalkulator ilmiah berbasis Java, Dimana Aplikasi ini layaknya kalkulator biasa yang ditambahi kalkulator ilmiah. Sebelum membuat kalkulator ilmiah ini kita harus punya kalkulator biasa, karena ini satu paket dengan kalkulator biasa.

Untuk code seperti di bawah ini :

import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;
import javax.swing.border.*;
import javax.swing.event.ChangeListener;

public class kalkulatorIlmiah
extends Kalkulator {


JPanel panel_radio = new JPanel();
JPanel panel_button = new JPanel();
JPanel panel_fungsi = new JPanel();

JRadioButton t_derajat = new JRadioButton("Derajat", true);
JRadioButton t_radian = new JRadioButton("Radian");

ButtonGroup grup = new ButtonGroup();

String koma_nol;

double angka, hasil;


public static void main(String[] args) {
kalkulatorIlmiah frame = new kalkulatorIlmiah();
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
frame.setSize(310, 450);
frame.setVisible(true);
frame.setResizable(false);
}

public kalkulatorIlmiah() {

panel_fungsi.setLayout(new BorderLayout());
panel_fungsi.setBackground(Color.cyan);
panel_fungsi.setBorder(new TitledBorder(BorderFactory.createLineBorder(
Color.yellow, 2), "Fungsi Tambahan"));
panel_fungsi.setBounds(new Rectangle(0, 225, 305, 195));

this.getContentPane().add(panel_fungsi);

t_derajat.setOpaque(false);
t_radian.setOpaque(false);

grup.add(t_radian);
grup.add(t_derajat);

panel_fungsi.add(panel_button, BorderLayout.CENTER);
panel_fungsi.add(panel_radio, BorderLayout.NORTH);


panel_radio.setOpaque(false);
panel_radio.setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.LEADING));
panel_button.setBackground(Color.orange);
panel_button.setForeground(Color.black);

panel_radio.add(t_derajat);
panel_radio.add(t_radian);


panel_button.setOpaque(false);
panel_button.setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.LEFT));

panel_button.add(b_sin());
panel_button.add(b_cos());
panel_button.add(b_tan());
panel_button.add(b_ln());
panel_button.add(b_x2());
panel_button.add(b_x3());
panel_button.add(b_ex());
panel_button.add(b_Akar());
panel_button.add(b_pi());
panel_button.add(b_e());
panel_button.add(b_perx());
panel_button.add(b_xfak());
}


public void radian_derajat() {

angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());

if (t_derajat.isSelected() == true) {

angka = Math.toRadians(angka);
}
}


public void cetak_hasil() {
koma_nol = Double.toString(hasil);

if (koma_nol.endsWith(".0")) {

koma_nol = koma_nol.substring(0, koma_nol.trim().length() - 2);
}

tampil_angka.setText(koma_nol);
angka_baru = false;
}


public JButton b_sin() {
Action a = new AbstractAction("sin") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
radian_derajat();

hasil = Math.sin(angka);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_cos() {
Action a = new AbstractAction("cos") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
radian_derajat();

hasil = Math.cos(angka);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_tan() {
Action a = new AbstractAction("tan") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
radian_derajat();

hasil = Math.tan(angka);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_ln() {
Action a = new AbstractAction("ln") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());

hasil = Math.log(angka);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_x2() {
Action a = new AbstractAction("x^2") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());

hasil = Math.pow(angka, 2);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_x3() {
Action a = new AbstractAction("x^3") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());

hasil = Math.pow(angka, 3);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_Akar() {
Action a = new AbstractAction("V''''") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());

hasil = Math.sqrt(angka);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_pi() {
Action a = new AbstractAction("pi") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {

hasil = Math.PI;
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_e() {
Action a = new AbstractAction("e") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {

hasil = Math.E;
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_perx() {
Action a = new AbstractAction("1/x") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());

hasil = 1 / angka;
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_ex() {
Action a = new AbstractAction("e^x") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());

hasil = Math.pow(Math.E, angka);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}


public JButton b_xfak() {
Action a = new AbstractAction("x!") {
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
angka = Double.parseDouble(tampil_angka.getText());
hasil = faktorial(angka);
cetak_hasil();
}};
return tombol(a);
}

double faktorial(double x) {
if (x == 0) {
return 1;
}
else {
return x * faktorial(x - 1);
}
}


public JButton tombol(Action a) {

JButton b = new JButton();
b.setPreferredSize(new Dimension(55, 33));
b.setAction(a);
return b;
}

}

Read More..

Kalkulator sederhana menggunakan java

Kali ini saya akan membuat Kalkulator biasa berbasis Java, Dimana Aplikasi ini layaknya kalkulator biasa pada umumya. Diharapkan dengan ini,semakin banyak yang berminat untuk belajar bahasa pemrograman java.

Untuk code seperti dibawah :


package kalkulator;

import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;
class Kalkulator
extends JFrame
implements ActionListener {

JTextField tampil_angka = new JTextField("", 0);
JPanel panalAngka = new JPanel();
JButton tombol_1 = new JButton("1");
JButton tombol_2 = new JButton("2");
JButton tombol_3 = new JButton("3");
JButton tombol_4 = new JButton("4");
JButton tombol_5 = new JButton("5");
JButton tombol_6 = new JButton("6");
JButton tombol_7 = new JButton("7");
JButton tombol_8 = new JButton("8");
JButton tombol_9 = new JButton("9");
JButton tombol_0 = new JButton("0");
JButton tombol_00 = new JButton("00");
JButton tombol_Titik = new JButton(".");
JButton tombol_plusMinus = new JButton("+/-");
JButton tombol_kali = new JButton("*");
JButton tombol_kurang = new JButton("-");
JButton tombol_tambah = new JButton("+");
JButton tombol_bagi = new JButton("/");
JButton tombol_persen = new JButton("%");
JButton tombol_samaDengan = new JButton("=");
JButton tombol_c = new JButton("C");


String bukan_angka = "";

double bil_1 = 0;

boolean angka_baru = false;

public static void main(String[] args) {
Kalkulator frame = new Kalkulator();
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
frame.setSize(310, 255);
frame.setVisible(true);
frame.setResizable(false);
}

public Kalkulator() {

this.getContentPane().setLayout(null);
this.setTitle("Kalkulator");

panalAngka.setBackground(Color.blue);
panalAngka.setBounds(new Rectangle(0, 0, 343, 225));
panalAngka.setLayout(null);

panalAngka.add(tombol_0, null);
panalAngka.add(tombol_1, null);
panalAngka.add(tombol_2, null);
panalAngka.add(tombol_3, null);
panalAngka.add(tombol_4, null);
panalAngka.add(tombol_5, null);
panalAngka.add(tombol_6, null);
panalAngka.add(tombol_7, null);
panalAngka.add(tombol_8, null);
panalAngka.add(tombol_9, null);
panalAngka.add(tombol_plusMinus, null);
panalAngka.add(tombol_kali, null);
panalAngka.add(tombol_kurang, null);
panalAngka.add(tombol_samaDengan, null);
panalAngka.add(tombol_tambah, null);
panalAngka.add(tombol_bagi, null);
panalAngka.add(tombol_persen, null);
panalAngka.add(tombol_c, null);
panalAngka.add(tombol_00, null);
panalAngka.add(tombol_Titik, null);


panalAngka.add(tampil_angka, null);
this.getContentPane().add(panalAngka, null);
tampil_angka.setBackground(Color.white);
tampil_angka.setBorder(null);
tampil_angka.setEditable(false);
tampil_angka.setText("0");
tampil_angka.setHorizontalAlignment(SwingConstants.RIGHT);
tampil_angka.setBounds(new Rectangle(7, 10, 290, 27));


tombol_0.setBounds(new Rectangle(6, 183, 50, 33));
tombol_00.setBounds(new Rectangle(66, 183, 50, 33));
tombol_Titik.setBounds(new Rectangle(126, 183, 50, 33));
tombol_tambah.setBounds(new Rectangle(186, 183, 50, 33));
tombol_samaDengan.setBounds(new Rectangle(246, 183, 50, 33));

tombol_1.setBounds(new Rectangle(7, 140, 50, 33));
tombol_2.setBounds(new Rectangle(66, 140, 50, 33));
tombol_3.setBounds(new Rectangle(126, 140, 50, 33));
tombol_kurang.setBounds(new Rectangle(186, 140, 50, 33));
tombol_bagi.setBounds(new Rectangle(246, 140, 50, 33));

tombol_4.setBounds(new Rectangle(7, 97, 50, 33));
tombol_5.setBounds(new Rectangle(66, 97, 50, 33));
tombol_6.setBounds(new Rectangle(126, 97, 50, 33));
tombol_kali.setBounds(new Rectangle(186, 97, 50, 33));
tombol_persen.setBounds(new Rectangle(246, 97, 50, 33));

tombol_7.setBounds(new Rectangle(6, 54, 50, 33));
tombol_8.setBounds(new Rectangle(66, 54, 50, 33));
tombol_9.setBounds(new Rectangle(126, 54, 50, 33));
tombol_plusMinus.setBounds(new Rectangle(186, 54, 50, 33));
tombol_c.setBounds(new Rectangle(246, 54, 50, 33));

tombol_0.addActionListener(this);
tombol_1.addActionListener(this);
tombol_2.addActionListener(this);
tombol_3.addActionListener(this);
tombol_4.addActionListener(this);
tombol_5.addActionListener(this);
tombol_6.addActionListener(this);
tombol_7.addActionListener(this);
tombol_8.addActionListener(this);
tombol_9.addActionListener(this);
tombol_00.addActionListener(this);
tombol_Titik.addActionListener(this);
tombol_plusMinus.addActionListener(this);
tombol_c.addActionListener(this);
tombol_kali.addActionListener(this);
tombol_kurang.addActionListener(this);
tombol_persen.addActionListener(this);
tombol_bagi.addActionListener(this);
tombol_samaDengan.addActionListener(this);
tombol_tambah.addActionListener(this);
}

public void actionPerformed(ActionEvent e) {

String a = e.getActionCommand();

if ( (a == "=") || (a == "-") || (a == "+") || (a == "*") || (a == "/")) {
operasi(a);
}
else if (a == ".") {
koma(a);
}
else if (a == "%" || a == "+/-") {
persen_negatif(a);
}
else if (a == "C" || a == "CE") {

hapus(a);
}


else {

angka(a);
}
}


public void angka(String a) {

if (angka_baru) {
tampil_angka.setText(a);
angka_baru = false;
}
else {

if (tampil_angka.getText().equals("0")) {

tampil_angka.setText(a);
}

else {

a = tampil_angka.getText() + a;

tampil_angka.setText(a);
}
}
}

public void operasi(String a) {

String ambil_angka = tampil_angka.getText();

if (angka_baru && bukan_angka != "=") {
}

else {

angka_baru = true;

if (bukan_angka == "+") {
bil_1 += Double.parseDouble(ambil_angka);
bukan_angka = a;
}

else if (bukan_angka == "*") {
bil_1 *= Double.parseDouble(ambil_angka);
bukan_angka = a;
}

else if (bukan_angka == "/") {
bil_1 /= Double.parseDouble(ambil_angka);
bukan_angka = a;
}

else if (bukan_angka == "-") {
bil_1 -= Double.parseDouble(ambil_angka);
bukan_angka = a;
}

else {
bil_1 = Double.parseDouble(ambil_angka);
bukan_angka = a;
}
}

String koma_nol = Double.toString(bil_1);

if (koma_nol.endsWith(".0")) {

koma_nol = koma_nol.substring(0, koma_nol.trim().length() - 2);
}

tampil_angka.setText(koma_nol);
}


public void koma(String a) {
String titik = tampil_angka.getText();
if (angka_baru) {
tampil_angka.setText("0.");
angka_baru = false;
}
else {
if (titik.indexOf(".") == -1) {
titik = titik + ".";
}
}
tampil_angka.setText(titik);
}

public void persen_negatif(String a) {

if (a == "%") {
bil_1 = (Double.parseDouble(tampil_angka.getText())) / 100;
}

else {
bil_1 = (Double.parseDouble(tampil_angka.getText())) * -1;
}


String koma_nol = Double.toString(bil_1);

if (koma_nol.endsWith(".0")) {

koma_nol = koma_nol.substring(0, koma_nol.trim().length() - 2);
}

tampil_angka.setText(koma_nol);
}


public void hapus(String a) {
if (a == "C") {
tampil_angka.setText("0");
bukan_angka = "";
bil_1 = 0;
angka_baru = true;
}
else {
tampil_angka.setText("0");
angka_baru = true;
}
}

}

Read More..

Matikan servis Windows yang ( Anda anggap ) tidak dibutuhkan

Ketika Anda menginstall Windows di komputer Anda, Windows telah melengkapi dirinya dengan serangkaian servis yang telah terinstal bersama dirinya. Bagi Anda yang terlanjur familier dengan Linux / Unix, istilah untuk servis ini adalah daemon. Servis ini ada yang memang bermanfaat dan ada yang ( dirasakan ) kurang bermanfaat. Lho kenapa? Apa Microsoft nggak mikir kalau servisnya tidak berguna? Bukan begitu, mas. Microsoft atau developer OS lain macam Linux, Unix, atau Solaris tentu berfikir OS buatannya bisa berfungsi generik. Emang generik tuh apaan? Obat generik? Bukan men, obat generik kan bangsanya Paracetamol dan lain sebagainya. Bisa berfungsi generik tuh artinya bisa langsung menghandle kebanyakan sistem yang ada. Jadi produsennya berfikir servis-servis itu mestinya bakal digunakan di kebanyakan sistem yang menggunakan produknya. Masalahnya di lapangan, servis /daemon tersebut ternyata belum tentu bakal kita gunakan. Dan parahnya, Windows ini ternyata OS yang mempunyai servis yang ( cenderung ) bersifat useless paling banyak dibandingkan dengan OS dari keluarga Unix. So, jika Anda pengguna Windows dan kebetulan PC Anda punya sumber daya memori fisik yang terbatas, ada baiknya Anda menyeleksi servis-servis yang tidak Anda gunakan ini sehingga akan membebaskan sejumlah alokasi memori fisik Anda yang nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan performa komputer Anda atau keperluan lainnya.

Isian ini terinspirasi dari blog di www.mylittlebussiness.blogspot.com tentang 29 Useless Services are no longer required ( Windows XP SP 2 ). Disini sedikit saya tambahkan servis lain yang ( menurut saya ) aman untuk dinon-aktifkan. Dan bidikannya pun sama, Window XP SP 2  Tetapi tidak menutup kemungkinan juga tips ini diterapkan di versi Windows lainnya, sejauh Anda membaca terlebih dahulu keterkaitan servis ini dan tingkat kebutuhannya bagi Anda. Yang jelas, tulisan ini hanya tips dan kondisi yang saya gunakan sebagai pertimbangan juga akan saya tulis disini. Sebelum Anda putuskan untuk menon-aktifkan servis-servis berikut, pertimbangkan masak-masak dan telaah kembali apakah servis ini memang tidak lagi Anda butuhkan.

Sebelumnya, untuk masuk ke pengaturan servis, klik Start > Run > kemudian ketik Services.msc.

1. Automatic Updates
Enables the download and installation of Windows Updates.
Seringkali orang berpikiran, untuk apa Windows diupdate. Apalagi bagi seseorang yang menggunakan Windows XP SP 2 bajakan. Kalau XP-nya diupdate, terus Windows Genuine Validation Tool-nya terinstal, pasti bakalan keluar balon buesar di sebelah jam sistem yang menyatakan ( dalam bahasa Indonesianya ), “Anda telah menjadi korban pembajakan software”. Tentunya jika dilihat kolega, hal ini pasti sangat ngisin-ngisini ( memalukan ). Alasan kedua adalah jika PC yang Anda gunakan adalah PC rumahan yang tidak tersambung ke internet. Karena servis ini selalu aktif, dia akan tetap berusaha mencari update baginya. Tentunya aktifitas ini cukup memakan memori. Anda bisa menon-aktifkan saja servis Automatic Updates ini. Matiin aja deh, daripada bikin malu  ( kecuali Anda udah membeli Windows asli )

2. Computer Browser
Maintains an updated list of computers on the network and supplies this list to computers designated as browsers.
Pada deskripsi memang dikatakan demikian, tapi tidaklah demikian adanya. Toh servis ini dimatikan, Anda tetap bisa jalan2 di network Anda. Terlebih jika Anda tidak terhubung ke jaringan, lebih baik dimatikan saja.

3. DHCP Client
Manages network configuration by registering and updating IP adresses and DNS names.
Servis ini hanya aman dimatikan jika Anda tidak terhubung ke jaringan atau jika komputer Anda telah mempunyai IP statik dari administrator jaringan. Jika komputer Anda masih memerlukan layanan DHCP ( misal masih membutuhkan sambunga ke wireless acces point ), sebainya servis ini tetap diaktifkan. Jika tidak, servis ini aman untuk dimatikan.

4. Distributed Link Tracking Client
Maintains links between NTFS files within a computer or across computers in a network domain.
Jika Anda menggunakan sistem berkas FAT32, layanan ini tidak diperlukan. Layanan ini hanya digunakan apabila Anda menggunakan sistem berkas NTFS di sistem Anda dan Anda sering membuat file pada satu komputer, membuat shortcut ke file tersebut dari komputer lainnya, dan memindahkan file aslinya ke komputer lain dalam satu jaringan. Walau Anda merasa akan sering melakukan hal ini, jika disain jaringan dan kebijakan administrator Anda tidak mendukung, servis ini juga akan sia-sia. Oleh karena itu, ada baiknya servis ini dimatikan.

5. DNS Client
Resolves and caches Domain Name System ( DNS ) names for this computer.
Servis ini aman dimatikan jika komputer Anda tidak terhubung ke jaringan dan Anda tidak sedang bermain-main dengan kegiatan yang berkaitan dengan DNS.

6. Error Reporting Services
Allows error reporting for services and applictions running in non-standard environments.
Hampir kebanyakan dari kita pasti setuju, jika ditemui pernyataan, “Do you want to tell Microsoft about this problem?”, kita pasti akan menjawab dengan mengklik tombol “Don’t Send”. Nah, kalau udah gini, buat apa ditanya-tanya terus toh jawabannya pasti “Don’t Send”. Kecuali kalau Anda doyan diingetin terus kaya gini, sebaiknya sih layanan ini dimatikan aja.

7. Help and Support
Enables Help and Support Center to run on this computer.
Jika Windows Anda error, apa yang Anda lakukan? Ya tanya teman donks…. It’s OK. Ya cari di Google donks….Good. Ya tak bawa ke reparasi komputer donks, gitu aja koq repot….Bagus. Koq ga ada yang jawab, saya blok kesalahannya kemudian tekan F1? Soalnya nggak populer sih, lagi pula bantuan dari Windows seringkali tidak to the point yang ujung-ujungnya bikin kita tambah males untuk baca. Daripada berat-beratin sistem, matiin aja deh servis ini.

8. Indexing Services
Indexes contents and properties of files on local and remote computers; provides rapid access to files through flexible querying language.
Digunakan untuk meng-indeks isi komputer kita. Ih, kurang kerjaan amat. Lagian, mending pake Google Desktop Search, lebih interaktif dan informatif. So…? Matiin aja servis ini. Beres…

9. NetLogon
Supports pass-through authentication of account logon events for computers in a domain.
Sesuai dengan namanya, digunakan untuk melakukan logon via net. Jika komputer Anda tidak terhubung ke jaringan, ada baiknya servis ini dimatikan saja.

10. NetMeeting Remote Desktop Sharing
Enables an authorized user to access this computer remotely by using NetMeeting over a corporate intranet.
Lha namanya meeting, ngapain pakai saling remote. Bisa aja sih, kalau salah satu partisipannya orang udik dari era tahun 1840 yang datang pakai mesin waktu ke tahun 2007 trus ga bisa pakai sama sekali komputernya lalu minta kita mensetting semua hal yang ada di komputernya terlebih dahulu  . Kebanyakan dari kita udah banyak yang ‘melek’ komputer. Lagian, dengan berbagai alasan, administrator jaringan seringkali tidak mengizinkan kegiatan semacam ini, entah dengan alasan penghematan bandwitdh lah, sekuriti lah, dan lain sebagainya. Sebaiknya, servis ini dimatikan saja ( kecuali jika Anda memang benar-benar masih membutuhkannya ).

11. Network Location Awareness ( NLA )
Collects and stores network configuration and location information, and notifies applications when this information changes.
Sesuai dengan deskripsinya yaitu mengumpulkan dan dan menyimpan konfigurasi jaringan dan memberitahu aplikasi jika terjadi perubahan pada dua hal ini, layanan ini sepertinya kurang begitu bermanfaat. Toh jika Anda ingin melakukan perubahan pada network, saya yakin Anda pasti memilih ‘bermain aman’. Artinya aplikasi yang terkait dengan jaringan pasti akan Anda non-aktifkan terlebih dahulu kemudian baru dilakukan perubahan jaringan, tidak asal bongkar pasang aja kan? Oleh karena itu, servis ini bisa di-non-aktifkan.

12. Network Provisioning Service
Manages XML configuration files on a domain basis for automatic network provisioning.
Pada jaringan skala kecil dan komputer standalone ( komputer yang tidak terhubung ke jaringan ), layanan ini bisa di-non-aktifkan.

13. Performance Logs and Alerts
Collects performance data from local or remote computers based on preconfigured schedule parameters, then writes the data to a log or triggers an alert.
Layanan ini sepertinya lebih dibutuhkan oleh analis atau administrator sistem jaringan. Bagi pengguna rumahan, servis ini bisa dimatikan.

14. Portable Media Serial Number Service
Retrieves the serial number of any portable media player connected to this computer.
Layanan ini baru benar-benar terpakai jika Anda menggunakan divais-divais yang benar-benar 100% kompatibel dengan Windows Media maupun Windows Media Player. Kebanyakan iPod dan MP3 player berupa USB tidak memerlukan layanan ini. Dengan demikian, layanan ini layak pula dinon-aktifkan.

15. QoS RSVP
Provides network signaling and local traffic control setup functionality for QoS-aware programs and control applets.
Ide adanya layanan ini cukup baik, berkaitan dengan QoS ( Quality of Service ). Sayang, tidak banyak yang menggunakannya. Kebanyakan administrator jaringan yang menggunakan server / router Windows, lebih sering menggunakan tool lain dalam penanganan QoS-nya. Lagian, Windows kan payah jika digunakan sebagai server atau router skala menengah atas ( abis saya Unix minded sih, maaf yah  ). Ya, jika komputer Windows Anda hanya dipakai untuk ngetik atau paling banter nge-remote switch 3Com atau Cisco 2500 Anda, lebih baik layanan ini dimatikan saja.

16. Remote Desktop Help Manager
Manages and controls Remote Assistance.
Mana yang Anda pilih ketika ada masalah ketika menggunakan Windows? Setting jaringan trus memberikan akses Remote Desktop Help Manager pada rekan Anda? Ih, ribet banget. Lha wong saya nggak ahlinya jaringan. Mending teman saya diajak ke kantor / rumah, betulin masalah di komputer kita, lalu matiin servis ini. Kalau udah, makan-makan di warung dekat rumah, saya kira lebih praktis demikian 

17. Remote Registry
Enables remote users to modify registry settings on this computer.
Jika Anda tidak memahami konsep remote registry, bersyukurlah Anda . Anda bisa langsung mematikan servis ini. Bagi Anda yang memahami konsepnya, terlebih Anda sebagai administrator jaringan, mematikan servis ini layak Anda masukkan ke daftar kebijakan Anda, mengingat kemungkinan orang lain bisa jadi mengacak-acak sistem Anda dari jauh menggunakan layanan remote registry ini.

18. Secondary Logon
Enables starting processes under alternate credentials.
Layanan ini singkat kata digunakan untuk menjalankan perintah Run As. Jika komputer Anda hanya terdapat 1 user dan user tersebut sudah sebagai admin, layanan ini tidak lagi diperlukan. Sebagai perkecualian jika Anda punya kebiasaan seperti saya, bikin minimal 2 user, satu sebagai admin, yang lain sebagai limited user. Ketika login, saya selalu menggunakan user limited dan hanya menggunakan user denga privileged admin hanya ketika diperlukan maintenance sistem saja.

19. Security Center
Monitors system security settings and configurations.
Yang jelas, security center bukanlah perangkat keamanan sistem layaknya firewall sebagai perangkat keamanan jaringan. Dia hanya berlaku sebagai software monitoring yang menunjukkan aplikasi ini jalan apa nggak ( Windows Firewall, Automatic Updates, dan antivirus ). Biasanya, salah satu mati, Windows bakan ngomel-ngomel dan nampilin perisai merah bertanda silang di sebelah jam plus balon pesan “Your computer may be at risk”. Gak penting banget deh, wong komputer2 saya koq. Oleh karena itu, jika Anda udah sumpek diomeli sama Windows, matiin aja servis ini 

20. Server
Supports file, print, and named-pipe sharing over the network for this computer.
Jangan dimatikan jika Anda bertindak sebagai server yang men-sharing data atau bertindak sebagai server aplikasi client-server lainnya. Jika tidak / komputer Anda tidak terhubung ke jaringan, layanan ini bisa dimatikan.

21. Smart Card
Manages access to smart cards read by this computer.
Layanan yang sangat jarang digunakan. Ada baiknya dinon-aktifkan saja.

22. SSDP Discovery Service
Enables discovery of UPnP devices on your home network.
Layanan ini berkaitan dengan UPnP. Kebanyakan user sekarang jarang yang memiliki UPnP sehingga layanan ini menjadi kurang bermanfaat. Anda jangan salah tafsir dengan media PnP yang saat ini lazim digunakan karena sudah ditangani sendiri oleh servis Plug and Play. Layanan ini jika Anda benar-benar tidak lagi membutuhkannya bisa di-non-aktifkan.

23. System Restore Service
Performs system restore functions.
Jika Anda punya kebiasaan seperti saya jika Windows ngambek lebih memilih melakukan tracing kesalahan dan jika sudah mentok melakukan instalasi ulang Windows, sebaiknya servis ini dimatikan. Lumayan bisa membebaskan sekapling ruang di RAM dan di disk drive. Jika Anda masih demen restore sistem lama, ya tetap biakan servis ini berjalan.

24. Task Scheduler
Enables a user to configure and schedule automatic task on this computer.
Pada umunya, kita jarang menjadwalkan suatu tugas pada sistem yang hanya digunakan sebagai client. Oleh karena itu, bisa dipertimbangkan untuk mematikan layanan ini.

25. TCP / IP NetBIOS Helper
Enables support for NetBIOS over TCP/IP (NetBT) service and NetBIOS name resolution.
Saat ini sudah jarang digunakan. Matikan aja servis ini, kecuali jika network Anda masih menggunakan layanan NetBIOS ini.

26. Themes
Provides user experience theme management.
Mematikan servis ini sangat disarankan bagi yang sudah bosen dengan themes Luna-nya XP yang serba biru itu dan ingin back to the nature, kembali ke zaman Windows 2000 dan sebelumnya. Jika Anda masih sayang dengan themes Luna XP Anda, sebainya biarkan servis ini aktif.

27. Uninterruptable Power Supply
Manages an uninterruptible power supply (UPS) connected to the computer.
Jika Anda tidak punya UPS atau UPS Anda tidak terhubung ke komputer melalui port COM, sebaiknya layanan ini dimatikan saja.

28. Universal Plug and Play Host
Provides support to host Universal Plug and Play devices.
Terkait dengan layanan SSDP Discovery Service. Jika Anda mematikan layanan SSDP Discovery Service, sebaiknya layanan Universal Plug and Play Host ini ( yang merupakan kekasihnya ), juga ikut dimatikan.

29. WebClient
Enables Windows-based programs to create, access, and modify Internet-based files.
Layanan ini kurang populer dan dibutuhkan jika Anda menggunakan Internet Explorer. Jika Anda lebih sreg menggunakan Firefox atau Safari, layanan ini bisa dimatikan.

30. Windows Time
Maintains date and time synchronization on all clients and servers in the network.
Mengatur sinkronisasi jam sistem. Jika Anda punya standar waktu sendiri ( misal jam istiwa’ atau sinkronisasi jam mengikuti Radio Australia ), layanan ini bisa Anda non-aktifkan.

31. Wireless Zero Configuration
Provides automatic configuration for the 802.11 adapters.
Jika Anda tidak mempunyai perangkat wireless, matikan aja layanan ini. Jika Anda mempunyai perangkat wireless, sebaiknya biarkan layanan ini tetap berjalan.

32. WMI Performance Adapter
Provides performance library information from WMI HiPerf providers.
Penggunaan layanan ini kurang diketahui dengan pasti relevansinya di masa sekarang. Saya sarankan layanan ini ikut dimasukkan daftar di-non-aktifkan.

33. Workstation
Creates and maintains client network connections to remote servers.
Layanan ini terkait dengan layanan Server. Jika Anda telah memutuskan mematikan layanan Server, sebaiknya layanan ini juga ikut dimatikan.

Demikian layanan-layanan yang bisa dimatikan dari XP SP2. Ingat, perhatikan kondisi-kondisi yang saya berikan. Tak lupa, jika terjadi masalah, kita me-refer ke kondisi stabil sebelumnya. Oleh karea itu sangat disarankan Anda mencatat setiap perubahan ( log ) yang Anda lakukan ke sistem.

Sumber : http://soi.brawijaya.ac.id/~haki/web/?p=36

Read More..